Selasa, 19 April 2016

TNI Juara Tembak, Australia Tak Terima!

TNI Kalahkan Australia, Inggris dan Amerika

Perwakilan TNI Angkatan Darat berhasil menjuarai lomba menembak antar tentara yang digelar di Puckapunyal, Australia, pada 20-23 Mei 2015. Dalam lomba bertajuk Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), perwakilan Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah, Amerika Serikat, dan Inggris.
“Perolehan medali kami pun terpaut sangat jauh. Bisa dibilang kami menang mutlak,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Wuryanto saat dihubungi, Ahad, 24 Mei 2015.
Pada klasemen akhir, kontingen Indonesia sukses meraih 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Sementara Angkatan Darat Australia yang duduk di posisi dua mengantongi 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Perwakilan Amerika Serikat yang bertengger di posisi ketiga mendapat 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Dalam lomba tersebut, TNI AD menurunkan 14 prajurit terbaiknya yang berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). Lima orang staf dan dua orang tenaga ahli dari PT Pindad juga ikut serta menemani 14 prajurit tersebut.
Menurut Wuryanto, perlombaan menembak bukan hal baru bagi TNI AD. Angkatan Darat sudah sering mengikuti perlombaan serupa yang diadakan di berbagai negara. Posisi juara umum di Australia merupakan kemenangan kedelapan bagi TNI AD dalam lomba menembak di kawasan Asia-Pasifik.
Wuryanto mengatakan rahasia kemenangan beruntun TNI AD dalam lomba menembak adalah latihan keras. Para prajurit yang terpilih akan mendapat latihan yang berat oleh masing-masing pelatih. Selain berlatih, senjata juga menjadi kunci penting. “Kalau senjata, kami pakai produk dalam negeri buatan PT Pindad,” kata jenderal bintang satu tersebut.
Setidaknya ada empat jenis senjata produksi Pindad yang dipakai tim TNI AD, yakni senjata serbu SS-2 V-4, pistol G-2, senapan mesin SM2, dan SM-3. Selain senjata, tim Indonesia juga memakai amunisi buatan Pindad.
Menurut Wuryanto, senjata dan amunisi buatan Pindad itu sudah digunakan TNI AD dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan saat ini produk Pindad menjadi senjata utama yang dimiliki oleh TNI AD. “Walaupun masih ada beberapa senjata yang dibeli dari luar negeri,” kata dia.
Kontingen TNI AD direncanakan kembali ke Tanah Air besok. Bahkan sejumlah petinggi TNI AD dijadwalkan akan datang ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk menjemput para juara dan memberikan ucapan selamat.

TNI Pakai Senjata Pindad

Perakitan kendaraan tempur lapis baja APC 6x6 Anoa 2 di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Perakitan kendaraan tempur lapis baja APC 6×6 Anoa 2 di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim mengaku bangga dengan kemenangan tim TNI Angkatan Darat dalam kejuaraan tembak internasional di Australia, 20-23 Mei 2015. Dalam lomba Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) itu, kontingen TNI AD menggunakan senjata buatan PT Pindad.
“Ini bukti bahwa senjata buatan Pindad punya kualitas yang baik,” kata Silmy ketika dihubungi Tempo, Minggu, 24 Mei 2015.
Dalam perlombaan tersebut, kontingen Indonesia berhasil mengungguli Australia dan Amerika Serikat dengan selisih yang sangat jauh. Perwakilan TNI AD berhasil menyabet 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Angkatan Darat Australia, yang duduk di posisi kedua, mengantongi 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Sedangkan perwakilan Amerika Serikat mendapat 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu di posisi ketiga.
Ada empat jenis senjata produksi Pindad yang dipakai tim TNI AD dalam perlombaan di Australia. Empat senjata itu adalah senapan serbu SS-2 V-4, pistol G-2, senapan mesin SM2, dan SM-3.
Menurut Silmy, kemenangan tersebut memberikan efek positif bagi Pindad. Di antaranya, nama Pindad akan semakin diperhitungkan sebagai produsen senjata terbaik.
Efek lain, TNI dan Kepolisian RI akan semakin percaya diri menggunakan produk Pindad dan industri pertahanan dalam negeri lain. “Efek terakhir, masyarakat pun bangga dengan Pindad,” ujarnya.
Sampai saat ini, TNI dan Polri menjadi pembeli terbesar produk Pindad, dari senjata api, amunisi, hingga kendaraan tempur. Menurut Silmy, Pindad tidak akan berhenti berkreasi menghasilkan produk-produk pertahanan.
Dalam jangka pendek, Pindad akan memperkenalkan senapan terbaru mereka, SSX, yang menggunakan peluru kaliber 7,62. Selain itu, Pindad akan memproduksi amunisi kaliber besar, yakni 20-150 milimeter.
“Kami juga akan tawarkan berbagai produk Pindad ke kawasan Asia, Timur Tengah, sampai Afrika,” tutur Silmy.

Australia Tak Terima Dengan Kemenangan TNI

Terlepas kemampuan TNI yang hebat, senjata yang digunakan turut memegang peranan, senapan SS2-V4 berhasil menghantarkan Indonesia menjadi juara, dan mengharumkan nama bangsa. (pindad.com)
Terlepas kemampuan TNI yang hebat, senjata yang digunakan turut memegang peranan, senapan SS2-V4 berhasil menghantarkan Indonesia menjadi juara, dan mengharumkan nama bangsa. (pindad.com)
TNI berhasil menyabet juara umum dalam kompetisi Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), yang digelar di Puckapunyal, Australia, pada 20-23 Mei 2015. Indonesia berhasil mengalahkan tuan rumah, Inggris bahkan Amerika, yang dikenal sebagai negara yang tentaranya sangat ahli menembak. Terlepas kemampuan TNI yang hebat, senjata yang digunakan turut memegang peranan, senapan SS2-V4 berhasil menghantarkan Indonesia menjadi juara, dan mengharumkan nama bangsa
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan ada kejadian tak mengenakkan ketika perwakilan TNI AD mengikuti perlombaan menembak di Australia pekan lalu. Dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) itu, tim TNI AD menang telak mengalahkan Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa. TNI AD mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan. 
“Karena perbedaan perolehan medali yang begitu mencolok, panitia Australia hendak membongkar senjata kami,” kata Gatot kepada wartawan di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2015.
Namun Gatot menolak memberikan izin kepada panitia lomba membongkar senjata-senjata yang dipakai perwakilan TNI AD. Jika panitia lomba hendak membongkar senjata TNI, Gatot pun meminta senjata semua peserta juga dibongkar.
Jenderal Gatot pun membantah isu yang menyatakan bahwa peserta lain dalam lomba tersebut mengalah untuk Indonesia. Menurut Gatot, kehormatan negara dan kesatuan militer para peserta dipertaruhkan dalam lomba tersebut. Dengan demikian, mustahil jika ada perwakilan negara tertentu yang pura-pura kalah. “Apakah Marinir Amerika Serikat mau mengalah dalam lomba menembak? Tentu tidak,” ujarnya.
Salah satu anggota kontingen TNI AD, Sersan Dua Misran, juga mengatakan bahwa Australia dan negara peserta lainnya kaget melihat perwakilan Indonesia memborong medali. Menurut Misran, panitia lomba mencurigai ada kecurangan dalam spesifikasi pistol G2 dan senapan serbu SS2 V4 buatan PT Pindad Persero yang dipakai personel TNI AD. “Padahal spesifikasi kami sama dengan senapan M-16 buatan Amerika Serikat yang dipakai juga di lomba itu,” tutur Misran.
Sebelumnya, dalam lomba bertajuk Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), perwakilan Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah, Amerika Serikat, dan Inggris dengan nilai telak.
Pada klasemen akhir, kontingen Indonesia berhasil mendapat 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Sedangkan Angkatan Darat Australia, yang duduk pada posisi kedua, mengantongi 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Perwakilan Amerika Serikat yang bertengger pada posisi ketiga mendapat 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Dalam lomba tersebut, TNI AD menurunkan 14 prajurit terbaiknya yang berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). Lima staf dan dua tenaga ahli dari PT Pindad juga ikut serta menemani 14 prajurit TNI AD. [source]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar