Jumat, 15 April 2016

Kepulauan Cocos dan Pulau Natal Seharusnya Milik Indonesia


1. Kepulauan Cocos (Keeling)

Keeling Islands Flag - wikipedia
Keeling Islands Flag – wikipedia
Motto: Maju Pulu Kita
(Melayu: “Maju Pulau Kita”)
Lagu kebangsaan: 
Advance Australia Fair
Kepulauan Cocos (Keeling) adalah sebuah Wilayah Luar negeri Australia yang terdiri dari 2 atol dan 27 kepulauan koral. Pulau ini terletak di Samudera Hindia.
Armoiries des îles Cocos - wikipedia commons
Armoiries des îles Cocos – wikipedia commons

 Sejarah Kepulauan Cocos

Pada 1609, Kapten William Keeling adalah orang Eropa pertama yang melihat pulau-pulau, sementara melayani di East India Company, tetapi mereka tetap tak berpenghuni hingga abad ke-19.
Pada tahun 1814, seorang pedagang pelaut Skotlandia bernama Kapten John Clunies-Ross berhenti sebentar di pulau-pulau di perjalanan ke India, memaku sebuah Union Jack dan berencana untuk kembali dan menetap di pulau-pulau dengan keluarganya pada masa depan. Namun, orang kaya Inggris bernama Alexander Hare memiliki rencana yang sama, dan menyewa seorang kapten – kebetulan, saudara Clunies-Ross ‘- untuk membawa dia dan harem empat puluh wanita Melayu ke pulau-pulau, di mana ia berharap untuk mendirikan kediaman pribadi sendiri. Hare sebelumnya menjabat sebagai gubernur Maluka, koloni di Kalimantan dan menemukan bahwa “ia tidak bisa membatasi diri dengan kehidupan jinak yang menjemukan affords peradaban”.
Ketika Clunies-Ross kembali dua tahun kemudian dengan istrinya, anak-anak dan ibu mertua, dan menemukan Hare sudah didirikan di pulau dan hidup dengan harem pribadi, perseteruan tumbuh langsung antara dua orang. Clunies-Ross ‘delapan pelaut “mulai sekaligus invasi kerajaan baru untuk mengambil kepemilikan itu, perempuan dan semua”. Setelah beberapa waktu, perempuan Hare mulai berbalik dia, dan bukannya menemukan diri mereka pasangan antara pelaut Clunies-Ross ‘. Merasa kecil hati, Hare meninggalkan pulau. Dia meninggal di Bencoolen di 1834.
Pekerja Clunies-Ross ‘dibayar dalam mata uang yang disebut rupee Cocos, mata uang John Clunies-Ross dicetak sendiri yang hanya bisa ditebus di toko perusahaan.

Demografi

Keeling Islands Map - wikipedia
Keeling Islands Map – wikipedia
Pada tahun 2007, estimasi penduduk pulau ini berjumlah 596 jiwa. Populasi penduduk terbagi dalam dua pulau antara bangsa Eropa di West Island yang kurang lebih berjumlah 120 jiwa dan bangsa Melayu di Home Island yang berjumlah kurang lebih 500 jiwa. Bahasa utama Kepulauan Cocos (Keeling) adalah bahasa Melayu dan Inggris. Kepulauan ini termasuk ke dalam wilayah Australia.

Ikatan unik dengan Indonesia

Penduduk pulau Cocos mempunyai ikatan yang unik dengan Indonesia. Sinetron Indonesia disiarkan dalam acara TV di pulau Cocos.
Budaya melayu nenek moyang mereka disana tidak serta-merta mempersatukan menarik/membujuk ke integrasi NKRI. Walaupun jikalau ada referendum diadakan sebagian besar warga sana sangat menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur, mereka pasti pro Melayu (Indonesia). Mereka hafal nama-nama 7 turunan para pendahulu/orangtua mereka dan mereka yakin masih mempunyai banyak kerabat yang saat ini tinggal di Indonesia. Faktanya, secara politis berkata lain, apalagi walaupun lebih dekat dg perbatasan RI pada bulan Maret 2012 secara terang-terangan Australia mempublikasikan bahwa Pulau Cocos yg hanya berjarak 3000 KM sebelah baratdaya Jakarta secara totalitas adalah bagian dari wilayahnya dan merupakan pangkalan militer yang sangat penting dan sering berpatroli dengan militer Amerika.
Lepaslah kini angan-angan memiliki Pulau Cocos yang cantik bagai surga itu. Jikalau pulau itu milik ibu pertiwi maka salah satu manfaat selain dari sumber daya alam yang kita peroleh adlh dari sisi devisa negara bertambah, minimal kita mempunyai destinasi liburan yang tak kalah cantik dengan Bali tanpa harus mengurus ke imigrasi.
Malahan saat ini justru pemerintah dan rakyat Indonesia harus waspada. Karena pasukan itu tidak ubahnya sebagai pasukan spy drone atau pasukan mata-mata (striking drone), pasukan yang ditempatkan sebagai pasukan penyerang nantinya,” kata komandan penanggungjawab perbatasan RI – Australia

2. Pulau Natal

Flag of Christmas Island - wikipedia
Flag of Christmas Island – wikipedia
Motto: 
Lagu kebangsaan: 
Advance Australia Fair
Pulau Natal adalah sebuah wilayah luar negeri Australia yang terdiri dari 1 Pulau. Pulau ini terletak di dekat Pulau Jawa, tepatnya di sebelah barat daya Pulau Jawa bahkan lebih jauh 4 kali lipat ke daratan Australia. Iklimnya merupakan iklim tropis.
Pulau Christmas yang merupakan wilayah dari Australia di Samudera Hindia terletak 2.600 kilometer (1.600 mil) dari arah barat laut kota Perth, Australia Barat, 500 km (310 mil) dari arah selatan Jakarta, Indonesia dan 975 km (606 mil) dari Pulau Cocos (Keeling).
Pulau ini memiliki populasi sebesar 1.402 warga yang tinggal di sejumlah “daerah pemukiman” di ujung utara pulau: Flying Fish Cove (juga dikenal sebagai Kampung), Kota Perak, Poon Saan, dan Drumsite.
Pulau ini terisolasi secara geografis dan jauh dari jangkauan manusia hingga abad ke-19. Tidak mengherankan jika berbagai flora dan fauna endemik di pulau ini relatif tidak terganggu. Kondisi ini merupakan hal yang penting untuk para ilmuwan dan naturalists.
Pulau ini dahulu dihuni oleh bangsa Melayu (Indonesia), mereka umumnya adalah orang orang Bugis yang mencari nafkah hingga ke bagian Utara Australia termasuk Pulau Christmas. Selain bangsa Melayu, bangsa Tionghoa juga banyak terdapat di Pulau ini. Dahulu mereka didatangkan dari Malaysia dan Singapura sebagai pekerja tambang fosfat (guano).

Asia Pasific Space Center

Coat of Arms of Christmas Island - wikipedia commons
Coat of Arms of Christmas Island – wikipedia commons
Asia Pasific Space Center (ASPC) adalah perusahaan peluncuran satelit yang merupakan patungan antara Samara Space Center, Sydney, Australia dan Rosaviacosmos, Rusia. ASPC menjadikan Pulau Natal sebagai tempat peluncuran satelit karena letaknya yang relatif dekat dengan garis khatulistiwa dan iklimnya mudah diprediksi. Selain itu letak Pulau Natal yang terpencil menjadikan risiko jatuhnya roket penngorbit satelit mengenai manusia bisa diminimalkan.

Source: Myrepro.Wordpress.Com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar